Kematian Pasti Datang
Selasa
7 Mei 2013 sekitar pukul 13.25 WIB alat komunikasi saya ( hp) berbunyi dan
itu tandanya ada sms masuk, belum sempat saya buka selang beberapa detik terus berbunyi dan
berbunyi ,ntah sampai berapa kali hp tsb bunyi, setelah saya buka ada skitar 8
lbh sms masuk yang isinya sama “
Innaa Lillahi Wa Inna Ilaihi rojiun telah meninggal dunia ananda Rahmat hidayat
nurhakim kelas 2D di RSUD kota bekasi semoga allah SWT menerima amal ibadahnya dan
kelurga yang di tinggalkan di bri ketabahan dan kesabaran oleh Allah SWT.” Seketika
itu kaget bukan main baru beberapa hari yang lalu ku menengok nya di RSUD kau
masih terbaring lemah tidak berdaya tanpa sedikit pun bergerak di ruang ICU, ku
tatap wajahmu dengan penuh rasa iba sambil berdo’a dalam hati “ semoga allah
SWT mencabut segala penyakitnya dan di beri kesembuhan segera, namun allah SWT
berkehendak lain, justru allah SWT memanggilnya terlebih dahulu “ Inna Lillahi
Wa Inna Ilaihi roo Ji’un “Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jualah
kami kembali." smoga allah mnerima amal ibadahnya' dan keluarga yg di
tinggalkn di beri ksabaran,,Aamiin..!
sedih rasanya kala
itu tidak bisa mengantarkan jenazahnya karena pada waktu itu posisi saya berada
di luar kota menikmati liburan panjang yang di berikan oleh sekolah saya hanya
do’a yang bisa saya panjatkan dan itu smua pastinya dah ketentuan robbul Izzati
Allah SWT.
Memang kalau kita ketahui Sesungguhnya kematian merupakan misteri bagi manusia. Tak seorangpun yang tahu kapan datangnya. Namun satu kepastian bahwa ajal (waktu kematian) seseorang sudah tercatat jauh hari di Lauhul Mahfudz sebelum manusia diciptakan. Dan ketika seseorang sudah tiba ajalnya, maka tidak bisa diajukan barang sesaat ataupun diundurkan. Tidak pandang bulu ntah itu bayi, anak- anak, dewasa orang tua ,ketika sudah waktunya pastilah ia akan di ambil oleh allah SWT.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا
يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Tiap-tiap
umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak
dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya."
(QS. Al A'raf: 34)
Setelah kematian maka kesempatan beramal telah habis.
Manusia akan mendapatkan balasan dari amal-amal perbuatannya selama di dunia
berupa nikmat atau adzab, Dan ketika sudah terjadi kiamat, dia akan
dibangkitkan dan mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya di hadapan
Allah.
Allah Subhanahu wa
Ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran: 185)
Semoga Allah Ta’ala menjadikan kematian setiap kita sebagai akhir
yang penuh kebaikan, meninggalkan dunia dengan selamat menuju kehidupan akhirat
yang penuh kebahagiaan.Aamiin…!!

0 komentar:
Post a Comment